Gubernur H. Muhidin Bersama Pejabat Pemprov Kalsel Khataman Al Qur’an Ramadan 1447 H

Banjarmasin – Didampingi ulama dan tokoh agama, Gubernur Kalsel H Muhidin melaksanakan Khataman Al-Qur’an bersama pejabat eselon II dan III lingkup Pemerintah Provinsi Kalsel di Taman 232 kompleks kediaman pribadi Jalan Lingkar Dalam Kota Banjarmasin, Selasa (17/03/2026).

Sebelum prosesi khataman dimulai, gubernur melaksanakan Sholat Isya dan tarawih berjamaah yang turut diikuti Kepala Kementerian Agama Kalsel H Muhammad Tambrin, para Tenaga Ahli Gubernur (TAG), dan undangan lainnya.

Khataman Al-Qur’an dimulai dengan pembacaan surat Al Fatihah oleh Gubernur H Muhidin, dilanjutkan Ad-Dhuha dan seterusnya yang dibaca bersama-sama peserta yang hadir hingga doa khatam Qur’an.

Pembacaan ayat-ayat Al-Quran untuk khataman ini dipandu qari Fahrurrazi yang saat ini menjabat Kepala Biro Setdaprov Kalsel, dan Iwan Fadillah dan Abdurrahman (tim tadarusan).

Usai proses khataman Al-Qur’an, Gubernur H Muhidin menyampaikan rasa syukur karena telah menyelesaikan pembacaan 30 juz Al-Quran sejak malam pertama ramadan di kediamannya.

“Mudahan kita dipertemukan dengan ramadan tahun depan,” doa gubernur.
Tujuan dilaksanakannya tadarusan di kalangan pejabat eselon II dan III lingkup Pemprov Kalsel ini ujar gubernur, agar Al-Qur’an menjadi bagian dalam aktivitas mereka di bulan ramadan, karena membaca Al-Qur’an juga termasuk amalan yang sangat dianjurkan.

Pada kesempatan itu, Gubernur juga membagikan nasi ketan (lakatan, bahasa Banjar) yang disediakan sebagai bagian dari kearifan lokal masyarakat di Kalsel.

Pembacaan Al-Qur’an selama tadarusan gubernur dan jajaran ini, dibantu dua orang yang bertugas mengoreksi bacaan jika terjadi kesalahan pengucapan dan lainnya.
Khataman Al-Qur’an ini sebagai penutup kegiatan tadarusan pimpinan SKPD lingkup Pemprov yang digagas Gubernur H Muhidin sejak ramadan tahun lalu.

Tradisi khataman Al-Qur’an di masyarakat, diartikan sebagai perwujudan rasa syukur saat seseorang/kelompok selesai membaca hingga 30 juz Al-Qur’an. Tradisi ini bertujuan memuliakan Al-Qur’an, menanamkan cinta Quran, serta memohon keberkahan dan syafaat. (sal/adpim)

Foto : Septian Saputra/ Biro Adpim

Berikan Komentar